Air Terjun Songgolangit – Jepara, Jawa Tengah

www.tempatangker.com – Air Terjun Songgolangit merupakan salah satu destinasi wisata di Jepara yang tak pernah sepi pengunjung dan berada di Dusun Dukuh Ngelencer, Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.

Songgolangit sendiri jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah “menyangga langit”. Warga di sana menamakan Songgolangit karena jika kita perhatikan baik-baik, maka sekilas air terjun tersebut tampak seperti menyangga langit.

Air terjun Songgolangit bukanlah tempat angker, namun ada mitos yang mengatakan bahwa konon barangsiapa yang membasuk muka atau bahkan membasuh tubuhnya dengan air di sana maka ia akan panjang umur serta awet muda. Oleh karena itu jangan heran jikalau Anda pergi ke air terjun Songgolongit sering melihat pengunjung membasuh wajah atau tubuhnya di sana.

Air terjun ini juga memiliki urban legend yang beredar di kalangan masyarakat Jepara yaitu alkisah pada zaman dahulu, ada laki-laki berasal desa Tunahan dan wanita berasal dari desa Blucu saling merajut kasih hingga berujung ke pelaminan. Pada adat dulu, laki-laki yang melamar wanita maka ia akan membawakan perabotan dapur lengkap serta hewan peliharaan.

Setelah mereka menikah dan hidup bersama, suatu ketika sang istri bangun  pagi seperti biasa dan hendak ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Namun karena kurang hati-hati, ia menyenggol peralatan dapur sehingga menimbulkan kegaduhan. Ibu sang istri pun memperingatkan anaknya agar tidak gaduh karena bisa membangunkan si suaminya itu.

Pembicaraan ini ternyata didengar salah oleh si suami karena ia menangkap bahwa sang mertua tidak suka istrinya gaduh dengan peralatan dapur milik mertua, hingga akhirnya si suami tersinggung dan mengajak sang istri pergi dari rumah untuk pergi ke rumah di mana si suami berasal. Karena perjalanan ini pagi buta, pedati kuda yang mengakut suami-istri ini tersesat lalu masuk jurang yang sangat dalam.

Nah, masyarakat Jepara percaya bahwa jurang tersebut adalah air terjun Songgolangit dan muncul pantangan bahwa seorang dari desa Tunahan tidak boleh menikah dengn seorang dari desa Blucu karena khawatir rumah tangga mereka tidak harmonis. Entah mitos itu masih ada sampai sekarang atau tidak, Anda bisa membuktikannya sendiri dengan datang ke lokasi berikut:

 

Apa komentar anda?
By sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *