Desa Golan dan Mirah – Ponorogo, Jawa Timur

www.tempatangker.com – Legenda desa Golan dan Mirah merupakan legenda terkenal yang berasal dari Ponorogo. Kisah memilukan yang pernah terjadi di kedua desa tersebut membuat lokasi keduanya disebut sebagai tempat keramat. Ada banyak hal misterius yang terjadi jika mengaitkan kedua desa ini dan legenda ini terus diyakini hingga sekarang ini.

Pada zaman dahulu, ada orang sakti mandraguna dan merupakan kepala desa di Golan yang bernama Ki Honggolo. Selain disegani akan kesaktiannya, Ki Honggolo juga merupakan pribadi yang arif dan bijaksana. Ia memiliki seorang putra kesayangan bernama Joko Lancur yang juga gagah pemberani dan gemar menyabung ayam.

Di suatu ketika saat Joko Lancur melewati desa Mirah, ayam jago kesayangannya yang dihimpitnya, lepas dan ‘kabur’ darinya. Ia pun kebingungan mencari ayam kesayangannya ke sana-kemari hingga sampai di sebuah dapur rumah. Ia terkejut karena ayam kesayangan yang dicarinya berada dalam bopongan seorang gadis cantik. Diketahui gadis itu bernama Mirah Putri Ayu dan ia adalah putri adik sepupu Ki Honggolono, Ki Ageng Mirah (Ki Honggojoyo).

Mereka pun jatuh cinta pada pandangan pertama, namun saat pertemuan pertama tersebut Joko Lancur tak mendapat kesan baik dari sang ayah. Sekembalinya ke Gorah, Joko Lancur bermuram durja hingga beberapa hari kemudian Ki Honggolono menanyai anak kesayangannya itu dan mendapati bahwa putranya ingin menikahi putri Ki Ageng Mirah.

Ki Honggolono pun memberangkatkan utusan untuk melamar Mirah Putri Ayu. Ki Ageng Mirah sebenarnya tak setuju karena ia tak mau memiliki menantu gemar sabung ayam, namun ia tetap menerima lamaran lalu mengajukan syarat yaitu minta dibuatkan bendungan sungai agar airnya mengairi sawah-sawah di Mirah dan minta agar dikirimkan serahan padi 1 lumbung yang harus berjalan sendiri karena tak boleh diantar dengan siapapun.

Mendengar syarat tersebut, Ki Honggolono sebenarnya tahu maksud dibaliknya. Akan tetapi demi putra kesayangannya, ia pun meyanggupi dan mulai membangun apa yang disyaratkan. Kesaktian yang dimiliki olehnya tentu memudahkan pekerjaannya. Ki Ageng Mirah yang mengetahuinya berusaha menggagalkan dengan mengirimkan gendruwo namun upayanya tak membuahkan hasil.

Hingga pada akhirnya ada satu titik yang membuat Ki Honggolono marah besar dan pecahlah pertarungan di antara keduanya. Di sisi lain, Joko Lancur mencari Mirah Putri Ayu dan mereka bersedih karena tak bisa bersatu sehingga memutuskan diri bunuh diri bersama.

Usai pertarungan, Ki Honggolono menyadari bahwa putranya tewas bunuh diri. Sambil bersedih hati, ia menguburkan kedua jenazah. Lalu ia bersumpah di hadapan pengikutnya bahwa orang dari desa Golan dan Mirah takkan bisa berjodoh, barang-barang dari Golan takkan bisa masuk ke Mirah dan takkan bisa disatukan, orang Golan tidak bisa membuat atap dari jerami dari padi, dan orang Mirah tak bisa menanam, menyimpan, dan mengolah kedelai. Dan barangsiapa yang melanggar, maka akan celaka.

Semenjak saat itu hingga sekarang ini, pantangan tersebut tetap berlaku. Banyak orang yang mencoba memasukkan barang dari Mirah ke Golan lalu ketika diperjalanan mereka mereka linglung dan mobil tak berfungsi dengan baik. Setelah barang diturunkan, keadaanya kembali normal begitu pun mobilnya. Tak percaya? Buktikan sendiri ketika ke desa Golan dan Mirah di sini:

Apa komentar anda?
By sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *