Museum Lubang Buaya – Cipayung, Jakarta Timur

www.tempatangker.comMuseum Lubang Buaya yang ada di kawasan Cipayung, Jakarta Timur adalah tempat angker di Jakarta yang memiliki nuansa kuat akan penderitaan dan kesedihan korban kekejaman G30S/PKI. Hal itu dikarenakan Museum Lubang Buaya adalah tempat kejadian perkara dari peristiwa bersejarah G30S/PKI di tahun 1965 lalu. Bahkan pembangunan yang dilakukan di tempat ini pun tidak mampu menutupi betapa mencekam nuansa yang terasa kala itu. Nuansa mencekam museum angker Lubang Buaya justru diperkuat diorama-diorama yang menggambarkan kengerian peristiwa kala itu. Tergambar jelas betapa sakit dan sedihnya penyiksaan yang dialami para korban G30S/PKI.

Penderitaan tak tertahankan korban kekejaman G30S/PKI terkenang dengan kuat di museum angker itu. Hingga terkadang mampu menimbulkan kontak langsung dengan pengunjung. Terutama pada bagian yang paling fenomenal dari museum ini, yakni lokasi dimana sumur maut berada. Sumur kecil berdiameter 75cm dengan kedalaman 12m yang menjadi tempat berakhirnya tujuh orang Pahlawan Revolusi.

Sumur maut yang telah lama kering itu dikenal sebagai tempat angker yang paling horor dari keseluruhan museum. Konon sering terdengar suara mengerikan dari tempat ditemukannya tujuh tubuh tak bernyawa Pahlawan Revolusi yang tertumpuk mengenaskan. Suara pria yang berteriak meminta tolong dengan putus asa. Yang lebih menyeramkan, terkadang terlihat sosok mengerikan mencoba merangkak keluar dari dalam sumur Lubang Buaya. Bahkan, meski sudah setengah abad lebih lamanya peristiwa kejam itu berlalu pun namun banyak pengunjung yang mengaku masih mencium bau anyir darah yang kuat di tempat ini.

Pada bagian lain museum angker di Jakarta ini juga dikatakan sering terdengar suara langkah kaki yang menyeramkan. Suara itu terdengar seperti milik sekelompok tentara yang sedang berbaris. Kesaksian penduduk sekitar menyebutkan bahwa pada malam tertentu, seperti malam menjelang Hari Kesaktian Pancasila, terlihat barisan tentara yang mengadakan upacara. Hanya saja barisan tersebut dipenuhi tentara yang tidak memiliki kepala.

Berani ke museum ini?

 

LOKASI :

Apa komentar anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *