Taman Hutan Raya Bukit Soeharto – Balikpapan, Kalimantan Timur

www.tempatangker.comTempat angker di Kalimantan kali ini akan membahas sebuah lokasi konservasi hutan yang pernah menjadi kebanggaan negara Indonesia era Presiden Soeharto. Awalnya konservasi hutan ini bernama Bukit Soeharto, kemudian berganti menjadi Taman Hutan Raya Bukit Soharto. Tempat yang menjadi percontohan pengelolaan hutan ini dulunya terkenal hingga keluar negeri. Keelokannya pun diakui Ratu Beatrix dari Belanda. Banyak negara tertarik untuk mempelajarinya. Namun kini kejayaannya berakhir sudah. Banyak wilayahnya mengalami kerusakan parah akibat dirusak warga.

Dibalik kisah kejayaannya dulu, tempat angker di Kalimantan Timur ini juga pernah menjadi saksi bisu kekejaman bangsa Jepang terhadap rakyat Indonesia yang menjadi romusha kala penjajahan. Ingatan itu melekat kuat pada taman hutan ini hingga sekarang dan menjadikannya sebagai taman hutan angker.

Kala senja atau malam hari tiba, lokasi yang juga dikenal dengan nama Tahura Bukit Soeharto ini menjadi semakin angker dengan munculnya penampakan akan sekelompok orang berbaris sembari memanggul peti kayu di bahu mereka. Sekelompok orang berbadan kurus kering itu terlihat dipimpin oleh sosok-sosok berseragam. Anehnya ketika diperhatikan ternyata seragam yang dikenakan merupakan seragam khas tentara Jepang jaman penjajahan.

Banyak yang menduga bahwa taman hutan angker di Kalimantan Timur ini terdapat banyak mayat romusha tak dikenal, yang tidak dikebumikan dengan baik atau bahkan dibuat begitu saja. Pada era kepemimpinan almarhum Presiden Soeharto, tempat ini diketahui menjadi salah satu lokasi pembuangan mayat korban Petrus, sang penembak misterius yang bertugas menjadi algojo Presiden.

Tempat angker di Kalimantan Timur ini juga dikenal kerap meminta tumbal. Banyak ratusan pekerja pembangunan jalan lintas ditempat ini meninggal karena menderita suatu penyakit atau meninggal akibat kecelakaan yang tidak wajar.

 

LOKASI :

Apa komentar anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *