Kuburan Trunyan – Bali

www.tempatangker.com – Kuburan Trunyan bisa dibilang salah satu kuburan yang paling terkenal karena memiliki pemakaman keramat yang jarang ditemukan di tempat lain. Anda cukup pergi ke arah timur Danau Batur lalu menuju ke Kabupaten Bangli untuk menuju ke kuburan tua tersebut. Nah, jika Anda sampai di sana jangan terkejut jika melihat ada banyak tengkorak yang berjajar di sana.

Ya, keunikan dari kuburan keramat ini memang berbeda dengan pemakaman pada umumnya ataupun Upacara Ngaben yaitu jenazah diletakkan begitu saja di bawah sebuah pohon besar di sana. Apakah jenazah yang diletakkan begitu saja tidak menimbulkan bau busuk? Hal inilah yang menjadi misteri. Konon pohon besar bernama Terunyan atau Teru Menyan yang menyerap semua bau busuk dari jenazah yang diletakkan di sekitarnya. Nama Terunyan sendiri berasal dari Teru berarti Pohon dan Nyan dari kata ‘menyan’ yang berarti wangi.

Legenda Pohon Terunyan ini diyakini sebagai awal mula nama Desa Trunyan. Dahulu ada seorang Raja yang memerintahkan menaruh jenazah di sini untuk mengurangi bau wangi dari Pohon Terunyan. Konon bau wangi dari pohon ini bisa tercium hingga beratus-ratus kilo dan merebak ke Pulau Jawa. Untuk mempertahankan tradisi tersebut, jenazah yang ingin dimakamkan di sini maka harus mengikuti aturan di sana.

Di tempat keramat ini lokasi jenazah dibagi menjadi 3 kategori yaitu Kuburan Bayi khusus jenazah bayi hingga orang dewasa yang belum pernah menikah, Kuburan Suci khusus jenazah orang yang sudah menikah atau orang yang meninggal secara wajar, dan terakhir Kuburan Salah Pati khusus jenazah yang meninggal karena kecelakaan, bunuh diri, atau tidak wajar.

Saat ke Kuburan Trunyan ini Anda akan melihat jenazah-jenazah di dalam sebuah ‘pagar’ berbentuk kerucut yang dibuat dari anyaman bambu. Ada yang percaya bahwa sebenarnya bau busuk tetap saja ada meski samar tergantung dari perbuatan si jenazah semasa hidup. Jika ia banyak berbuat dosa, makan baunya busuk dan pembusukan tubuhnya berlangsung cepat (lazimnya 2 bulan). Jika Anda ingin membuktikan sendiri, silakan datang langsung ke lokasi berikut:

 

Apa komentar anda?
By sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *