Makam Gantung Eyang Djojodigdo – Blitar, Jawa Timur

www.tempatangker.com – Makam gantung Eyang Djojodigdo merupakan salah satu tujuan populer para wisatawan yang berkunjung ke kota Blitar. Berbagai macam tujuan orang mendatangi makam yang menjadi salah satu tempat keramat di Blitar seperti contohnya mencari “ilmu” dan keberkahan.

Sosok yang bernama Patih Djojodigdo atau masyarakat lebih akrab menyebut Eyang Djojodigdo merupakan salah satu keturunan dari Keraton Mataram dan ketika berusia 12 tahun beliau memilih untuk lepas dari kota Yogyakarta lalu ikut RMT Notowidjojo III yang merupakan pamannya. Seiring bertambah dewasa, beliau semakin menunjukkan ketidaksukaannya kepada Belanda dan melakukan perlawanan dengan sabahat baiknya, Pangeran Diponegoro.

Selama masa perlawanan dengan Belanda, beliau sering ditangkap lalu dibunuh oleh mereka dan jasadnya dibuang begitu saja. Namun, Eyang Djoyodigdo memiliki ajian Pancasona, ilmu kekebalan tubuh. Jadi, meski dibunuh berkali-kali oleh Belanda, jika jasadnya menyentuh tanah maka beliau akan kembali hidup.

Akhirnya ketika wafat, sebelum dikubur, beliau diletakkan di dalam peti besi di mana di bagian bawah sudah disangga oleh 4 tiang. Ketika itu, masyarakat khawatir jika dikubur biasa dan jasad menyentuh tanah, maka Eyang Djojodigdo bisa kembali hidup.

Di bagian atas makam, terdapat atap yang didesain begitu menarik dan orang-orang awam sering mengira bahwa bagian atap tersebut adalah makam Djojodigdo, padahal di dalamnya berisi pakaian kebesaran yang dulu sering dikenakan.

Meski disebut sebagai tempat keramat, makam gantung eyang Djojodigdo juga tak jauh dari kesan tempat angker. Hal ini tak lebih disebabkan oleh adanya mitos yang berkembang bahwa makam gantung tersebut dijaga oleh 2 ekor macan loreng berukuran besar dan seekor ular yang besarnya seperti pohon kelapa.

Semua penjaga jadi-jadian tersebut memang tidak bisa dilihat oleh orang awam, namun bagi yang berniat jahat hati-hati saja saat berkunjung ke sana. Pernah ada cerita bahwa seseorang mendadak menjadi gila ketika dia memiliki niatan untuk mencuri di area makam gantung eyang Djojodigdo!

 

Lokasi:

Apa komentar anda?
By sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *