TPU Bergota – Semarang

www.tempatangker.com –  Di Kota Semarang, ada satu bukit lain yang tidak kalah angkernya jika dibandingkan dengan Bukit Gombel. Bukit angker itu bernama Bukit Bergota.

Bagi warga Semarang, bukit ini identik dengan kompleks pemakaman yang bernama TPU Bergota. Sebuah kompleks pemakaman tua yang dikenal paling angker di Semarang. Saking angkernya, banyak yang memilih untuk tidak melintas di kawasan ini.

Makam angker yang terletak di Jalan Kyai Saleh, Randusari, Semarang Selatan ini memiliki cerita tentang teror tiga kuntilanak yang cukup terkenal. Mereka disebut sering mengganggu siapapun yang ada atau melintas disana. Salah seorang supir angkot mengaku pernah menjadi korban kejahilan tiga kuntilanak tersebut. Tiga wanita berambut panjang dan berbekal payung hitam yang diangkutnya kala melintas di kawasan tersebut ternyata makhluk jadi-jadian. Hal tersebut dipastikannya setelah dirinya memberanikan diri menoleh ke belakang, setelah menurunkan ketiga wanita tersebut sesuai tujuan. Dimana lokasi perumahan mewah yang mereka tuju sesungguhnya adalah kompleks pemakaman. Parahnya lagi, angkot yang disupirinya kala itu ternyata tengah berada di ujung jurang!

Pengalaman lainnya dialami oleh seorang penjual nasi yang berlokasi tak jauh dari TPU. Dirinya mengaku beberapa kali dijahili oleh makhluk gaib yang menyamar menjadi pembeli. Hal itu diketahui ketika uang pembayaran yang diterimanya tiba-tiba berubah menjadi daun dan seketika pada saat itu pun tercium bau amis yang sangat menyengat.

Selain menjadi tempat angker di Semarang, TPU Bergota ini juga termasuk kompleks pemakaman yang berumur cukup tua. Dulunya adalah makam khusus keturunan Tiongkok milik Oie Tiong Ham, salah satu orang terkaya di Semarang. Wilayah tersebut kemudian diambil alih Pemkot Semarang pada 1961 dan difungsikan sebagai pemakaman umum hingga saat ini.

Bagi Anda yang hendak melintasi area ini, sepertinya perlu untuk berhati-hati. Jangan sampai Anda disesatkan oleh makhluk gaib yang ada. Apalagi sampai dibuat linglung.

LOKASI :

Apa komentar anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *