Lokananta – Solo, Jawa Tengah

www.tempatangker.com – Studio Lokananta, salah satu bangunan warisan budaya yang terdapat di Kota Solo, Jawa Tengah. Bangunan bersejarah ini bagaikan rumah yang menyimpan dan menjaga ribuan koleksi rekaman karya musik yang telah dihasilkan oleh para musisi legendaris Indonesia. Ribuan rekaman lagu pop lawas, keroncong hingga lagu-lagu daerah yang berasal dari segala penjuru Indonesia tersimpan rapi didalam studio Lokananta. Tak hanya itu, studio Lokananta pun menyimpan rekaman yang berisikan pridato-pidato Sang Proklamator Indonesia, Presiden Soekarno.

Sebagai bangunan tua bersejarah yang telah berumur 61 tahun, Lokananta telah berdiri di Kota Solo sejak 29 Oktober 1956. Cukup tua hingga membuat perusahaan pertama di Indonesia yang menghasilkan piringan hitam ini diliputi kisah mistis.

Studio Lokananta memiliki sebuah ruang penyimpanan dimana didalamnya terdapat seperangkat alat musik gamelan lawas. Dipercaya bahwa seperangkat gamelan tersebut telah ada sejak zaman Pangeran Diponegoro. Koleksi gamelan lawas itu dinilai angker karena konon kerap menimbulkan bunyi dengan sendirinya ketika malam hari tiba. Banyak orang termasuk pekerja disana mengaku mendengar suara yang diduga berasal dari gamelan angker tersebut. Saat memeriksa ruang penyimpanan, tidak ditemukan seorang pun didalamnya yang sedang memainkan gamelan tersebut. Karenanya Studio Lokananta pun dikenal juga sebagai tempat angker di Solo.

Namun sebagai informasi, nama Lokananta sendiri memiliki arti gamelan khayangan yang dapat berbunyi merdu tanpa penabuh. Dengan kata lain, gamelan angker tersebut bisa berbunyi dengan sendirinya tanpa ada yang memainkannya! Percaya atau tidak, Anda sendiri yang menentukannya.

Anda dapat menyambangi Studio Lokananta yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Solo. Sembari menguji nyali di tempat angker ini, siapa tau Anda bisa mendapatkan kopian piringan hitam lawas yang sedang Anda cari-cari.

LOKASI :

Apa komentar anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *