Tanjakan Emen – Subang, Jawa Barat

www.tempatangker.com – Sepanjang jalan Bandung – Subang, terdapat sebuah tanjakan yang dinamakan Tanjakan Emen. Sebenarnya, tanjakan ini bukanlah bernama ‘Emen’ tapi sebutan ini ada kaitannya dengan apa yang pernah terjadi di masa lalu sehingga menyebabkan lokasi tersebut terkenal menjadi tempat angker.

Awal mula sebutan Tanjakan Emen ini diyakini dari kejadian pada tahun 1960-an di mana Emen adalah nama seorang sopir pengangkut sayuran yang sering melintas tanjakan di jalan raya Bandung – Subang. Pada masa itu kondisi tanjakan belumlah seramai sekarang dan saat malam cenderung lekat dengan suasana mencekam. Emen lah yang menjadi orang satu-satunya berani lewat tanjakan tersebut di malam hari hampir setiap hari.

Di suatu waktu, Emen beroperasi seperti biasa, mengangkut sayur pada malam hari, dan melewati tanjakan seperti hari-hari biasanya. Namun, malang tak dapat dielak, kendaraan yang disopiri Emen mengalami kecelakaan di tanjakan tersebut dengan kondisi mobil terbalik dan Emen tewas karena terbakar hidup-hidup.

Semenjak saat itu, kejadian-kejadian janggal mulai terjadi di tanjakan di mana Emen merenggang nyawa seperti rem mendadak blong atau kendaraan mendadak melaju tak terkendali. Masyarakat setempat meyakini bahwa arwah Emen lah yang menganggu para pengendara yang lewat di sana dan orang-orang menyebut Tanjakan Emen yang angker.

Kecelakaan memang cukup sering terjadi dan yang paling parah adalah kecelakaan maut bus SMA Cengkarang pada 2014 silam yang menewaskan 9 orang siswa. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa perjalanan study tour ke pemandian air panas Ciater akhirnya berujung maut dan banyak orang yakin bahwa Tanjakan Emen lah yang menjadi penyebabnya.

Untuk menghindari kecelakaan di Tanjakan Emen, para sopir yang biasa lewat di sana biasanya membuang sebatang rokok saat mulai menanjak. Konon, Emen adalah sosok pencandu rokok berat sehingga masyarakat yakin mitos membuang sebatang rokok saat melintas bisa menghindari kejadian buruk di tempat angker tersebut.

 

Lokasi:

Apa komentar anda?
By sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *