Tugu Suharto Sampangan , Semarang – Jawa Tengah

cerita misteri tugu suharto semarang

Menguak cerita misteri tugu suharto semarang

Tugu Suharto terletak di Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajah Mungkur, di tempat yang ditandai dengan monumen setinggi sekitar 8 meter ini merupakan pertemuan antara Kaligarang dan Kali Kreo. Di sini, pada pergantian tahun baru Jawa, 1 Sura,orang-orang melakukan ritual kungkum atau ngalap berkah, mereka percaya, dengan ritual kungkum di malam 1 Sura di tempat angker ini senantiasa mendapatkan berkah dan keselamatan ke depannya serta akan dikabulkan keinginannya.

Tradisi Ritual kumkum atau berendam di Kali Garang, tepatnya di Tugu Suharto, Sampangan, Semarang. dan ritual ini masih berlangsung sampai sekarang.
Ritual kungkum di tempat angker tersebut telah dilakukan sejak dulu dan menjadi tradisi tahunan dalam menyambut tahun baru Islam (Malam Tanggal 1 Suro). Masyarakat dan Warga percaya bahwa ritual kungkum di sungai akan mendatangkan berkah dan rezeki yang banyak. Bahkan sebagian warga percaya jika memiliki penyakit kulit, setelah mandi di kali atau sungai tersebut, akan sembuh.

Ritual Kungkum di pertemuan arus antara Kali Garang dan Kali Kreo di dekat Tugu Suharto atau biasa disebut tempuran. Pengunjung yang datang untuk melakukan ritual tahunan itu tidak hanya masyarakat sekitar, tetapi juga datang dari berbagai kota, seperti Solo, Yogyakarta, Demak, dan Kendal, serta sejumlah kota lainnya. Konon sewaktu Almarhum Presiden Soeharto masih hidup upacara ritual dilakukan bersama Almarhum Romo Diyat (guru spritual Soeharto).

Tempat Angker di Indonesia

Nama Tugu Suharto konon bermula saat Presiden RI ke-dua Soeharto yang kala itu berpangkat mayor bertugas di Semarang dalam perang melawan Belanda. Saat itu beliau lari ke arah selatan kota yang saat itu masih berupa hutan, beliau melompat ke sungai yang merupakan pertemuan dua arus sungai, dan kemudian menancapkan tongkat dan berendam di sana.
Menurut cerita, Tugu Suharto di Kali Garang, Sampangan, tersebut, konon, merupakan tempat persembunyian mantan Presiden Soeharto saat menghindari kejaran tentara Belanda. Pada saat itu, dia melakukan kungkum di dalam sungai yang merupakan pertemuan antara Kali Kreo dan Kali Gunungpati. Di titik inilah kemudian dibangun monumen yang bernama TUGU Suharto dan masyarakat yang ikut percaya pada aliran kejawen Soeharto ikut melanjutkan tradisi berendam atau kungkum tersebut. Hal tersebut juga yang menjadikan tempat tersebut sebaga salah satu tempat paling angker di indonesia.

Di dekat wilayah Tugu tsb terdapat jembatan goyang yang terkenal dengan nama Jembatan Tugu Suharto. Jembatan ini cukup menegangkan tetapi merupakan satu-satunya alternatif akses dari wilayah ini menuju ke Aldas (ujung Banjir Kanal Barat), dan hanya bisa dilewati kendaraan roda 2 sepeda atau sepeda motor. Cukup sempit untuk berpapasan. Sewaktu hujan alas kayu jembatan ini licin,berbahaya apalagi bagi yang tidak terbiasa. Sering terjadi kecelakan tunggal di jembatan tersebut.
Harusnya pemerintah mengganti jembatan tersebut dengan jembatan wisata yang menarik. Dengan sarana yang memadai akan meningkatkan pariwisata di daerah tersebut dan memudahkan transportasi penduduk daerah setempat, kemudian secara tidak langsung meningkatkan pendapatan penduduk.

Lokasi :

Apa komentar anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *