Omah Pocong – Banguntapan, Bantul

www.tempatangker.com – Salah satu hal yang terkenal dari kawasan Kotagede, Yogyakarta selain kerajinan peraknya adalah sebuah rumah yang berjuluk Omah Pocong. Dengan mendengar namanya saja pasti ada banyak orang yang mengiranya sebagai salah satu tempat angker.

Menurut berita yang beredar, Omah Pocong Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Rumah Pocong Banguntapan ini memang termasuk salah satu tempat angker di Yogyakarta. M\erujuk pada sebuah rumah tua sederhana yang terletak di Gang Soka, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Tidak begitu jauh dari rumah Rudy Pesik dan Pos Malang.

Rumah angker ini adalah sebuah rumah tua kosong yang telah lama ditinggalkan sang pemilik. Adapun sang pemilik rumah ini kabarnya adalah keluarga salah satu juragan bakpia patuk di Yogyakarta.

Mengenai namanya, Omah Pocong, diberikan oleh warga sekitar dikarenakan adanya penampakan makhluk gaib berupa pocong. Konon hantu pocong itu kerap muncul di bagian teras rumah tua ini.

Penampakan pocong ini sedikit berbeda dengan pocong pada umumnya. Selain jelas jenis kelaminnya, pocong yang satu ini juga punya nama. Orang-orang sekitar mengenalnya dengan nama Pocong Sumi, pocong wanita. Uniknya lagi, sang pocong disebutkan bisa tertawa dan tawanya menyerupai tawa khas kuntilanak!

Selain Pocong Sumi, di rumah tua angker ini konon ada banyak makhluk gaib lainnya. Beberapa diantaranya adalah kuntilanak yang sering muncul di langit-langit bagian dalam rumah. Serta makhluk gaib monyet putih di bagian halaman belakang rumah.

Sang pemilik sendiri tidak membenarkan jika rumahnya disebut angker. Namun, tidak dipungkiri bahwa di dalamnya terdapat penunggu dengan sosok seorang kakek. Kakek buyut keluarga pemilik. Meski kakek penunggu Omah Pocong disebut sedikit usil, namun diyakini menjaga rumah dan keluarga dengan baik. Sang pemilik pun mengatakan siapa saja yang berniat jahat disana akan mendapat celaka.

LOKASI :

Apa komentar anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *