PANTAI PARANGKUSUMO – Yogyakarta

www.tempatangker.com – Saat berwisata ke Pantai Parangtritis, tidak ada ruginya jika sekalian mampir ke Pantai Parangkusumo. Berjarak sekitar 30 kilometer dari kota Yogyakarta, atau sekitar 1 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan, Anda akan mendapati lokasi Pantai Parangkusumo yang terletak bersebelahan dengan Pantai Parangtritis.

Selain dengan pesona sandboarding yang hanya satu-satunya di Asia Tenggara, Parangkusumo juga dikenal dengan mitosnya sebagai pintu gerbang istana pantai selatan. Orang-orang mempercayai pantai keramat ini sebagai jalan menuju gerbang keraton kerajaan pantai selatan milik Nyi Roro Kidul.

Karena masih berada dalam wilayah pantai selatan, di lokasi ini pun berlaku kepercayaan yang sama dengan kawasan pantai selatan lainnya. Sangat dianjurkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau saat berkunjung ke pantai keramat di Yogyakarta ini. Siapa pun yang nekat mengenakan pakaian hijau dipercaya akan mendapat celaka. Umumnya orang-orang yang mengenakan pakaian hijau itu akan menjadi “target” serangan ombak laut selatan yang ganas. Warna hijau sendiri disebut sebagai warna kesukaan Nyi Roro Kidul, sang penguasa laut selatan. Meski tidak selalu mengenakan pakaian berwarna hijau, orang-orang yang terseret ombak laut selatan diyakini menjadi tumbal Nyi Roro Kidul. Konon mereka yang terseret ombak itu dibawa ke kerajaan laut selatan.

Menjadi tempat yang disakralkan, beberapa ritual rutin digelar di Pantai Parangkusumo. Ritual tersebut antara lain Upacara melasti, Labuhan, Labuhan Ageng, semedi, serta tirakatan. Ritual- ritual tersebut umumnya digelar pada waktu tertentu seperti hari Selasa dan Jumat Kliwon, atau juga tiap tanggal 1 Suro.

Ritual-ritual tersebut digelar oleh warga maupun utusan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai bentuk ikatan dan kekuasaan antara keraton dengan penguasa laut selatan. Ikatan itu terjalin antara Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati. Dimana Ratu Kidul berjanji akan mengayomi dan melindungi Panembahan Senopati dan seluruh keturunannya serta Kerajaan Mataram kala berada dalam mara bahaya.

LOKASI :

Apa komentar anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *